
Pangkalan Kerinci – Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan dan mendorong budaya menabung serta berinvestasi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pelalawan menggelar seminar investasi emas bersama PT Pegadaian melalui Unit Cabang Pangkalan Kerinci, Selasa (20/10/2026), bertempat di Ruang Rapat BKPSDM Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada ASN mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan pemilihan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing. Di tengah perkembangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup, pengelolaan keuangan yang bijak menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kestabilan finansial, baik untuk memenuhi kebutuhan saat ini maupun mempersiapkan masa depan.
Dalam pemaparannya, peserta diberikan penjelasan mengenai beragam instrumen investasi, seperti properti, reksa dana, saham, dan emas. Di antara berbagai pilihan tersebut, emas menjadi salah satu instrumen yang banyak diminati masyarakat karena memiliki nilai yang relatif bertahan dalam jangka panjang, mudah diperjualbelikan, serta dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
Investasi emas dapat menjadi alternatif bagi ASN untuk membangun kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan secara teratur. Meskipun harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, instrumen ini kerap dipilih sebagai salah satu sarana menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Dengan perencanaan yang tepat dan pemahaman terhadap risiko, investasi emas dapat menjadi bagian dari strategi keuangan yang lebih terarah.
Dalam sambutannya, Kepala BKPSDM Kabupaten Pelalawan, Darlis, S.P., M.Si., berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para ASN, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung dan berinvestasi sejak dini.
Beliau menyampaikan bahwa penghasilan yang diterima setiap bulan perlu dikelola secara bijaksana, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan dengan disiplin dan perencanaan yang baik.
Darlis juga berharap seminar ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi ASN untuk lebih terbuka terhadap pengetahuan keuangan, memahami berbagai pilihan investasi, serta mampu menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ASN semakin memahami pentingnya menabung dan berinvestasi. Langkah tersebut tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar, tetapi dapat diawali dari nominal yang terjangkau dan dilakukan secara konsisten. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan mengelola penghasilan dengan baik demi mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera.
Materi seminar disampaikan secara bergantian oleh dua narasumber dari pihak Pegadaian, yakni Sdr. Jhon dan Sdri. Mila. Keduanya menjelaskan berbagai pilihan produk investasi emas, mekanisme transaksi, serta skema yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masyarakat, termasuk ASN.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah cicilan emas, yang memungkinkan masyarakat memiliki emas melalui pembayaran secara bertahap sesuai dengan skema yang tersedia. Produk ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin merencanakan kepemilikan emas secara lebih terstruktur tanpa harus menyediakan seluruh dana pembelian sekaligus. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai mekanisme cicilan, biaya, ketentuan produk, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, Pegadaian memperkenalkan tabungan emas, yaitu layanan yang memberikan fleksibilitas kepada masyarakat untuk mulai mengumpulkan emas secara bertahap dengan nominal terjangkau. Melalui skema yang dijelaskan dalam seminar, menabung emas dapat dimulai dari nominal Rp10.000, sesuai ketentuan produk yang berlaku. Dengan demikian, kegiatan menabung dan berinvestasi tidak selalu harus menunggu seseorang memiliki dana dalam jumlah besar.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga memperkenalkan TRING!, aplikasi resmi Pegadaian yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan dan melakukan transaksi terkait emas secara digital sesuai fitur yang tersedia. Pengenalan aplikasi ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada ASN mengenai pemanfaatan teknologi dalam kegiatan menabung dan berinvestasi.
Melalui TRING!, peserta diperkenalkan pada kemudahan mengakses layanan Pegadaian secara lebih praktis melalui perangkat telepon pintar. Pemanfaatan aplikasi digital ini diharapkan dapat membantu ASN mengenal layanan tabungan emas dan berbagai fitur terkait lainnya, sehingga kegiatan menabung dapat dilakukan dengan lebih mudah, fleksibel, dan mengikuti perkembangan teknologi.
Pengenalan aplikasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemudahan akses perlu diimbangi dengan kecermatan dalam bertransaksi. ASN diharapkan selalu menggunakan aplikasi resmi, menjaga kerahasiaan data dan kode keamanan, serta mempelajari biaya, syarat, dan ketentuan setiap produk sebelum melakukan transaksi.
Kedua narasumber turut memberikan gambaran mengenai manfaat investasi emas sebagai salah satu pilihan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, seperti dana pendidikan, kebutuhan keluarga, maupun perencanaan masa pensiun. Peserta diharapkan memahami bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dimiliki, tetapi juga oleh kedisiplinan, konsistensi, pemilihan produk yang tepat, dan pemahaman terhadap risiko.
Bagi ASN, kegiatan literasi keuangan seperti ini memiliki nilai strategis. Dengan penghasilan yang relatif rutin, ASN memiliki peluang untuk membangun kebiasaan menabung secara berkala melalui perencanaan anggaran bulanan yang sehat. Pengelolaan keuangan yang baik juga dapat membantu mengurangi kebiasaan konsumtif, meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan tidak terduga, serta mendukung kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang.
Kehadiran Pegadaian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal layanan keuangan formal yang tersedia di Indonesia. Melalui edukasi langsung dari pihak penyedia layanan, ASN dapat memperoleh informasi mengenai produk, prosedur, dan ketentuan yang perlu dipahami sebelum memilih instrumen investasi.
Meski demikian, peserta tetap perlu mempelajari setiap produk secara cermat, termasuk biaya administrasi, ketentuan transaksi, likuiditas, serta risiko perubahan harga emas. Status perusahaan sebagai BUMN bukan berarti seluruh produk investasi bebas risiko atau menjamin keuntungan. Oleh karena itu, keputusan investasi hendaknya didasarkan pada informasi yang jelas, kemampuan finansial, tujuan keuangan, dan jangka waktu investasi masing-masing.
Melalui seminar ini, BKPSDM Kabupaten Pelalawan berharap literasi keuangan di lingkungan ASN semakin meningkat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebiasaan menabung, perencanaan keuangan yang disiplin, serta pemilihan investasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong ASN tidak hanya berfokus pada pelaksanaan tugas dan peningkatan kinerja, tetapi juga memiliki kesadaran dalam membangun kesejahteraan pribadi dan keluarga. Dengan kondisi finansial yang lebih terencana, ASN diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, produktif, dan siap menghadapi berbagai kebutuhan di masa mendatang. (Adr)
