
PANGKALAN KERINCI – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman Kantor Bupati Pelalawan pada Rabu pagi (31/12/2025). Di penghujung tahun, sebanyak 3.821 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Pelalawan, H. Zukri, S.M., M.M.
Momen ini menjadi sejarah baru bagi ribuan tenaga honorer yang telah mengabdi selama belasan tahun. Meski menyandang status "Paruh Waktu", map cokelat berlogo Garuda di tangan mereka adalah simbol pengakuan negara yang telah lama dinantikan.
Solusi Cerdas di Tengah Keterbatasan
Dalam amanatnya, Bupati Zukri menegaskan bahwa pelantikan massal ini merupakan langkah strategis sekaligus solusi realistis bagi Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah, Pemkab tetap berkomitmen memberikan kepastian status bagi tenaga kerja yang menjadi tulang punggung pelayanan publik.
"PPPK Paruh Waktu ini adalah jawaban agar pelayanan publik—khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan teknis—tetap berjalan optimal. Kita harus bijak mengelola keuangan daerah, namun hak dan status kawan-kawan tetap menjadi prioritas kami," ujar Bupati Zukri.
Rincian Formasi yang Dilantik
Berdasarkan data teknis, dari 3.829 usulan, sebanyak 3.821 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS) untuk dilantik, dengan rincian:
- Tenaga Teknis: 2.698 orang
- Tenaga Guru (Ahli Pertama): 671 orang
- Tenaga Kesehatan: 452 orang
Menariknya, bagi PPPK asal Kecamatan Kuala Kampar yang terkendala cuaca dan gelombang laut, prosesi tetap dilakukan secara sah melalui Zoom Meeting, menunjukkan inklusivitas kebijakan Pemkab Pelalawan.
Pesan Tegas: "Jangan Bekerja Setengah Hati"
Bupati Zukri mengingatkan bahwa perbedaan status jam kerja tidak boleh mengurangi kualitas pengabdian. Ia menekankan bahwa seluruh PPPK adalah "wajah" pemerintah di mata masyarakat.

"Status paruh waktu tidak boleh menjadi alasan untuk bekerja setengah hati. Justru saudara harus membuktikan dampak nyata bagi masyarakat melalui disiplin dan integritas tinggi," tegasnya.
Secara spesifik, Bupati menitipkan pesan:
- Guru: Menjadi penggerak kualitas pendidikan hingga ke pelosok.
- Tenaga Kesehatan: Memberikan pelayanan humanis dan cepat, terutama di wilayah pesisir.
- Tenaga Teknis: Adaptif terhadap digitalisasi dan bekerja dengan ketelitian tinggi.
Kabar gembira juga disampaikan bagi PPPK yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2026 dan 2027. Bupati secara khusus menginstruksikan Sekda Pelalawan, T. Zulfan, SE, untuk mencermati data mereka agar diprioritaskan menjadi PPPK Penuh Waktu atau setidaknya mendapatkan peningkatan kesejahteraan sebelum purna tugas.
Pelantikan massal ini bukan sekadar seremoni penutup tahun, melainkan manifestasi dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menghargai pengabdian panjang para tenaga honorer. Dengan pengukuhan status ini, diharapkan tercipta stabilitas kerja yang lebih baik dan semangat baru dalam birokrasi.
Langkah strategis ini menjadi fondasi bagi Pemkab Pelalawan untuk melangkah ke tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Sinergi antara kebijakan yang adaptif dan dedikasi ribuan aparatur yang baru dilantik ini diharapkan mampu mengakselerasi visi Kabupaten Pelalawan yang maju, mandiri, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat. (Adr)
